Follow Us :

Konferwil LMND Sulbar Dibuka, Tegaskan Komitmen Membumikan Pancasila di Tanah Malaqbi

24 May 2026 | Berita | 150 kali dibaca

Konferwil LMND Sulbar Dibuka, Tegaskan Komitmen Membumikan Pancasila di Tanah Malaqbi

Majene, enlmnd.id-Konferensi Wilayah (Konferwil) Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) Sulawesi Barat resmi dibuka di Aula Kantor Bupati Majene, Sabtu (23/5/2026). Kegiatan tersebut mengangkat tema “Membumikan Pancasila di Lita’ Malaqbi”.


Konferwil dihadiri delegasi LMND kabupaten/kota se-Sulawesi Barat, organisasi rakyat, unsur pemuda, kepolisian, hingga perwakilan pemerintah daerah. Forum ini menjadi ajang konsolidasi organisasi sekaligus penyusunan arah gerakan LMND Sulbar ke depan.

Ketua Bidang Pendidikan dan Anggota EN LMND M. Rijal, mengatakan Pancasila tidak boleh hanya berhenti sebagai slogan seremonial. 

Menurutnya, nilai-nilai Pancasila harus diwujudkan dalam kehidupan sosial, ekonomi, politik, hingga pendidikan masyarakat.

“Pancasila harus dibumikan dalam realitas kehidupan masyarakat. Mahasiswa tidak boleh menjauh dari persoalan rakyat,” kata Rijal dalam sambutannya.

Ia menilai mahasiswa memiliki peran penting sebagai pelopor perubahan sosial dan penjaga persatuan nasional di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks. Karena itu, LMND diharapkan hadir untuk memperjuangkan demokrasi, pendidikan, dan keadilan sosial.

Dalam forum tersebut, peserta juga membahas sejumlah persoalan daerah seperti kemiskinan, pengangguran, pendidikan, dan ketimpangan pembangunan di Sulawesi Barat. Tema “Lita’ Malaqbi” dinilai relevan karena mencerminkan nilai gotong royong, persatuan, dan keadilan sosial yang sejalan dengan semangat Pancasila.

Selain menjadi ruang evaluasi organisasi, konferwil juga difokuskan pada penguatan kaderisasi dan pendidikan politik rakyat agar gerakan mahasiswa tetap ilmiah, demokratis, dan patriotik.

“Mahasiswa tidak boleh apatis terhadap masa depan bangsa. Di tengah arus pragmatisme dan tantangan global, mahasiswa harus hadir menjadi kekuatan moral dan intelektual untuk mewujudkan keadilan sosial,” tutupnya.




(Dedi)