Follow Us :

LMND Mengutuk Keras Tindakan Amerika Serikat dan Israel Terhadap Iran

01 March 2026 | Siaran-pers | 249 kali dibaca

LMND Mengutuk Keras Tindakan Amerika Serikat dan Israel Terhadap Iran

Jakarta, enlmnd.id - Eskalasi konflik di Timur Tengah kembali memuncak setelah kegagalan serangkaian negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran. Amerika Serikat bersama Israel dilaporkan melancarkan serangan masif ke wilayah Iran, termasuk ibu kota Teheran. Serangan tersebut dikabarkan telah menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.

Menanggapi peristiwa tersebut, Wakil Ketua Umum EN LMND, Evantio Yudhistira, menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas wafatnya Ayatollah Ali Khamenei sekaligus mengutuk keras tindakan militer yang dilakukan Amerika Serikat dan Israel.

“Peristiwa ini menjadi alarm serius bagi masyarakat internasional. Arogansi dan praktik imperialisme Amerika Serikat semakin nyata serta menunjukkan eskalasi yang sangat berbahaya bagi stabilitas perdamaian dunia,” ujarnya dalam keterangan tertulis (Minggu 01/03/2024).

Ia menegaskan bahwa kekerasan dan agresi militer bukanlah solusi atas konflik internasional.

LMND menyampaikan duka cita atas kepergian pemimpin Iran dan menyatakan solidaritas kepada seluruh rakyat Iran yang terdampak. Setiap bentuk agresi yang mengabaikan kedaulatan negara lain merupakan pelanggaran terhadap prinsip-prinsip hukum internasional dan kemanusiaan, tambahnya.

Evantio juga mendesak Pemerintah Republik Indonesia untuk mengambil peran aktif dan progresif dalam merespons situasi global tersebut. Menurutnya, Indonesia memiliki tanggung jawab moral dan politik untuk turut mendorong penyelesaian damai.

Presiden Republik Indonesia bersama Kementerian Luar Negeri harus mengambil sikap yang tegas, realistis, dan berlandaskan nilai-nilai kemanusiaan. Respons terhadap situasi internasional harus mengedepankan kepentingan nasional tanpa mengabaikan komitmen terhadap perdamaian dunia, tegasnya.

Ia menutup pernyataannya dengan menekankan bahwa prinsip politik luar negeri bebas dan aktif harus diwujudkan dalam langkah konkret.

"Politik luar negeri bebas dan aktif tidak boleh berhenti sebagai jargon normatif. Indonesia harus bersiap mengambil inisiatif diplomatik yang mencerminkan komitmen terhadap perdamaian, keadilan, dan kedaulatan bangsa-bangsa di dunia.” Tutupnya.




(Dedi)