Follow Us :

Mahasiswa Geruduk Kantor Wali Kota Medan, Rico Waas Dinilai Hindari Dialog

06 March 2026 | Berita | 38 kali dibaca

Mahasiswa Geruduk Kantor Wali Kota Medan, Rico Waas Dinilai Hindari Dialog


Medan,enlmnd.id - Aliansi mahasiswa yang terdiri dari Eksekutif Kota Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (EK LMND) Kota Medan dan Pengurus Cabang Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (PC SEMMI) Kota Medan menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Wali Kota Medan, Jumat (6/3/2026).

Aksi tersebut merupakan bentuk kritik mahasiswa terhadap satu tahun kepemimpinan Wali Kota Medan, Rico Waas, yang dinilai belum mampu menjawab berbagai persoalan mendasar di kota tersebut.

Dalam orasinya, massa aksi mempertanyakan arah kebijakan pemerintah kota.

“Apakah Medan benar-benar untuk semua, atau hanya untuk kepentingan segelintir orang dan oknum tertentu?” seru mahasiswa dalam aksi tersebut.

Mahasiswa menilai sejumlah persoalan di Kota Medan masih belum tertangani secara maksimal. Mulai dari banjir yang terus berulang di sejumlah kawasan, pengelolaan sampah, hingga kualitas pelayanan publik yang dianggap belum optimal.

Selain itu, mereka juga menyinggung pentingnya transparansi dan akuntabilitas birokrasi pemerintah daerah.

Mahasiswa juga mendorong agar kebijakan ekonomi daerah lebih berpihak kepada pelaku UMKM dan masyarakat berpenghasilan rendah.

Persoalan lapangan kerja bagi generasi muda, serta pemerataan akses pendidikan dan layanan kesehatan, turut menjadi perhatian dalam aksi tersebut.

Dalam aksi itu, mahasiswa berharap dapat berdialog langsung dengan Wali Kota Medan. Namun hingga demonstrasi berlangsung, Rico Waas tidak terlihat menemui massa aksi yang berada di depan Kantor Wali Kota Medan.

Ketidakhadiran tersebut memicu kekecewaan peserta aksi. Situasi sempat memanas dan terjadi ketegangan antara massa dengan aparat Satpol PP yang berjaga di lokasi.

Sebagai bentuk protes, sejumlah mahasiswa melempar telur busuk ke arah gerbang kantor wali kota. Aksi tersebut disebut sebagai simbol kekecewaan terhadap sikap pemerintah kota yang dinilai tidak membuka ruang dialog.

Ketua PC SEMMI Kota Medan, M. Andi Samudra Pinem, menyayangkan ketidakhadiran wali kota untuk menemui mahasiswa.

“Kami sangat menyayangkan Wali Kota Medan tidak hadir menjumpai massa aksi hari ini. Mahasiswa datang untuk meminta penjelasan terkait berbagai persoalan di Kota Medan,” kata Andi.

Ia menilai seorang kepala daerah seharusnya membuka ruang komunikasi dengan masyarakat, termasuk mahasiswa yang menyampaikan kritik.

Andi juga menyinggung bahwa sebelumnya Rico Waas tidak menghadiri undangan debat terbuka evaluasi satu tahun kepemimpinan yang diselenggarakan PC SEMMI Kota Medan, meski sempat ada komunikasi dengan pihak protokoler.

Mahasiswa berharap Pemerintah Kota Medan lebih terbuka terhadap kritik dan bersedia berdialog dengan berbagai elemen masyarakat.

Aliansi mahasiswa tersebut juga menyatakan akan kembali menggelar aksi lanjutan pada Kamis, 12 Maret 2026, di Kantor Wali Kota Medan.

“Gerakan ini adalah bentuk tanggung jawab moral mahasiswa untuk memastikan Kota Medan benar-benar dikelola untuk kepentingan masyarakat luas,” ujar Andi.


(Dedi)