Follow Us :

EK LMND Mataram Kecam Maraknya Curanmor dan Buruknya Pelayanan Aparat Penegak Hukum

30 April 2026 | Berita | 62 kali dibaca

EK LMND Mataram Kecam Maraknya Curanmor dan Buruknya Pelayanan Aparat Penegak Hukum

Kota Mataram, enlmn.id- Belakangan ini dinilai kian mengkhawatirkan. Kasus kriminal, khususnya pencurian kendaraan bermotor (curanmor), disebut meningkat dalam waktu singkat. Salah satu kejadian terbaru dilaporkan terjadi di kawasan Tanjung Karang, Ampenan Selatan, tepatnya di Pantai Ranget, Gang Bagek Kembar.


Berdasarkan keterangan warga, aksi curanmor di wilayah tersebut bukan kejadian tunggal. Sedikitnya empat warga dilaporkan menjadi korban dalam kurun waktu yang relatif dekat, sehingga memicu keresahan di tengah masyarakat.

Sekretaris EK LMND Mataram, Bung Yudi, menilai kondisi ini menunjukkan adanya persoalan serius, tidak hanya dari sisi keamanan, tetapi juga pelayanan aparat penegak hukum.

“Maraknya pencurian kendaraan bermotor di Kota Mataram serta lemahnya respons pelayanan kepolisian menunjukkan ada masalah serius yang harus segera dibenahi,” ujar Yudi dalam keterangannya, pada (30/04/2026).

Keluhan juga datang dari korban yang mengaku tidak mendapatkan pelayanan maksimal saat melapor. Salah satu korban menyebut dirinya sempat mendapat respons yang tidak pantas ketika mendatangi Polsek Ampenan, bahkan diarahkan ke Polresta Mataram tanpa kejelasan tindak lanjut.

Tak hanya itu, saat tiba di Polresta Mataram, korban mengaku tidak menemukan petugas di unit kendaraan bermotor.

“Saya datang untuk melapor, tapi justru mendapat candaan yang tidak pada tempatnya. Bahkan saat ke Polresta, tidak ada petugas yang berjaga di unit ranmor,” ungkap korban.

Padahal, dalam Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia, Polri memiliki fungsi utama dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, menegakkan hukum, serta memberikan perlindungan dan pelayanan kepada masyarakat.

Yudi menegaskan, jika kondisi ini terus dibiarkan, bukan hanya keamanan warga yang terancam, tetapi juga kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian akan semakin menurun.

Ia pun mendesak Kapolresta Mataram untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh, khususnya pada unit kendaraan bermotor, serta meningkatkan kualitas pelayanan yang profesional, responsif, dan humanis.

Menurutnya, aparat penegak hukum harus mampu menghadirkan rasa aman bagi masyarakat, bukan justru menambah kekecewaan.




(Dedi)