Follow Us :

LMND Sulteng Minta Program “Berani Cerdas” dan “Berani Sehat” Dorong Pembentukan Satgas Kemiskinan

26 April 2026 | Berita | 124 kali dibaca

LMND Sulteng Minta Program “Berani Cerdas” dan “Berani Sehat” Dorong Pembentukan Satgas Kemiskinan

Sulawesi Tengah, enlmnd.id-Polemik terkait usulan penghentian sementara program “Berani Cerdas” dan “Berani Sehat” di Sulawesi Tengah menuai respons dari berbagai pihak. Ketua LMND Sulawesi Tengah, Azis, menilai langkah tersebut tidak tepat dan justru berpotensi merugikan masyarakat yang membutuhkan.


Menurut Azis, kedua program tersebut merupakan kebijakan yang berpihak pada rakyat, khususnya kelompok miskin yang selama ini kesulitan mengakses layanan pendidikan dan kesehatan. Ia menegaskan, yang diperlukan saat ini adalah perbaikan mekanisme, bukan penghentian program.

“Yang dibutuhkan hari ini bukan penghentian program, tetapi perbaikan mekanisme agar pelaksanaannya benar-benar tepat sasaran. Menghentikan program justru akan merugikan masyarakat yang sedang membutuhkan bantuan negara,” ujar Azis dalam keterangannya pada Sabtu, ( 26/04/2026).

Azis menilai persoalan utama terletak pada akurasi data penerima manfaat. Karena itu, ia mendorong Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah segera membentuk Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Pengentasan Kemiskinan untuk memastikan program berjalan efektif.

Menurutnya, pembentukan satgas penting untuk mengintegrasikan data, melakukan verifikasi lapangan, serta memastikan bantuan tepat sasaran. Selama ini, ia menilai masih banyak ketidaksesuaian data, di mana warga miskin justru belum terakomodasi, sementara yang mampu masih menerima bantuan.

“Masalah klasik kita adalah data yang sering tidak akurat. Ada masyarakat miskin yang tidak masuk data, tetapi ada juga yang sebenarnya mampu justru menerima bantuan. Satgas ini harus turun langsung memastikan validitas data,” Tegasnya, Azis.

Azis juga menekankan, program “Berani Sehat” seharusnya difokuskan bagi masyarakat yang tidak mampu membayar iuran BPJS mandiri dan belum tercover bantuan pemerintah. Sementara itu, “Berani Cerdas” perlu menyasar anak-anak dari keluarga miskin yang belum mendapatkan bantuan pendidikan seperti KIP.

Ia menambahkan, pembentukan Satgas Pengentasan Kemiskinan tidak hanya mendukung dua program tersebut, tetapi juga menjadi langkah strategis dalam menekan angka kemiskinan di Sulawesi Tengah secara lebih sistematis.

LMND Sulteng pun mengajak semua pihak, termasuk DPRD, untuk tidak terjebak pada polemik politik yang berpotensi menghambat program pro-rakyat. Mereka menilai evaluasi tetap diperlukan, namun harus berbasis solusi konkret dan data yang akurat.

Dengan demikian, LMND menegaskan program “Berani Cerdas” dan “Berani Sehat” perlu dilanjutkan, sembari dilakukan pembenahan melalui pembentukan satgas agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat yang membutuhkan.




(Dedi)