Belu, enlmnd.id-Setelah puluhan tahun tanpa akses listrik, masyarakat di wilayah perbatasan RI–RDTL akhirnya melihat titik terang. PLN mulai menurunkan material pembangunan jaringan listrik di dua desa, yakni Desa Fatuberal dan Desa Lutharato, Kabupaten Belu.
Material berupa tiang listrik mulai didistribusikan pada 19 April 2026. Pembangunan ini akan menjangkau empat dusun, masing-masing Dusun Aimuti dan Fomoko di Desa Fatuberal, serta Dusun Foholulik dan Haulata di Desa Lutharato.
Perwakilan masyarakat, Theofilus Leto, menyampaikan apresiasi atas langkah cepat yang dilakukan pemerintah dan PLN. Menurutnya, kehadiran listrik merupakan harapan lama warga yang selama ini hidup dalam keterbatasan.
“LMND TTU sangat mengapresiasi langkah konkret dari pemerintah dan PLN yang akhirnya menjawab harapan masyarakat yang selama puluhan tahun hidup tanpa listrik,” ujar Edi Seran, dalam keterangannya, Sabtu (25/4/2026).
Ia menegaskan, kondisi tanpa listrik di wilayah tersebut telah berlangsung sejak lama, bahkan sejak Indonesia merdeka. Karena itu, ia menilai pembangunan ini menjadi bukti kehadiran negara dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat perbatasan.
Meski demikian, Theofilus menyebut proses ini masih harus terus dikawal hingga benar-benar rampung dan bisa dimanfaatkan warga.
“LMND TTU akan terus mengawal proses ini sampai masyarakat benar-benar bisa menikmati listrik yang sudah lama dinantikan. Harapannya, pengerjaan berjalan lancar sesuai jadwal,” tegas, Edi Seran
Pembangunan jaringan listrik ini diharapkan segera rampung sehingga masyarakat di wilayah perbatasan dapat merasakan manfaat listrik untuk mendukung aktivitas sehari-hari.
(Dedi)