Jakarta,enlmnd.id - Departemen Pendidikan dan keanggotaan EN LMND, M. Rijal menegaskan bahwa peran pemuda sangat penting dalam kemajuan bangsa.
Ini disampaikan dalam kegiatan diskusi kebangsaan yang diselengarakan oleh jaringan kerja kebudayaan rakyat dalam rangka memperingati hari sumpah pemuda yang ke 97 tahun.
Diskusi tersebut dilaksanakan di Ruang Aula PDS HB Jasin, Cikini Jakarta Pusat, mengangkat tema Peran Pemuda Dalam Mendorong Kebudayaan Nasional yang Maju, Adil dan Makmur, Senin (04/11/2025).
Rijal menjelaskan bahwa apabila dilihat dari kekayaan alam bangsa Indonesia layak dinobatkan sebagai bangsa maju.
Namun, lanjutnya sumber daya alam yang melimpah tidak mampu terdistribusi dengan merata pada seluruh rakyat indonesia.
"Masih ada problem lama yang menggerogoti bangsa ini, saya istilahkan sebagai parasit yang oleh LMND ini disebut serakahnomics", ujar Rijal dalam keterangan tertulisnya.
Ia juga menjelaskan wujud Serakahnomics ini adalah imperialisme-neoliberalisme, Oligarki, dan birokrat korup. Watak eksploitatifnya ini yang membuat bangsa ini tidak mandiri secara ekonomi, berdaulat secara politik, dan berkepribadian secara budaya.
"Dalam konteks kebudayaan nasional kita saat ini, anak muda dimanipulatif sebagai individual dan menjadi kaum konsumtif sehingga kebudayaan karya masyarakat lokal tidak lagi diminati dan kebudayaan mengikuti logika pasar yang sudah dikomersialisasi," ungkap Rijal.
Momentum peringatan hari sumpah pemuda ke 97 tahun harus menjadi refleksi bersama bahwa sejarah bangsa indonesia ini adalah sejarah anak muda. Maka, anak muda harus menjadi garda terdepan dalam menyelesaikan persoalan bangsa.
Terakhir, Rijal mengatakan bahwa di dunia ini, negara yang diberkahi sumber daya alam yang melimpah akan tiba pada dua hal: untung atau buntung. Negara seperti arab saudi dan brunai darusalam adalah contoh yang berhasil memanfaatkan sumber daya alam dengan baik. Lalu contoh kedua ada irak dan afganistan. Dua negara ini mempunyai sumber daya alam yang begitu besar, tetapi nahas, keduanya digerogoti oleh perang dan campur tangan asing yang begitu kuat. Agar indonesia tidak tiba pada contoh ke-dua, peran pemuda menjadi salah satu kunci. Pemuda harus menjadi garda terdepan dalam menggalang persatuan, sebagai syarat utama dalam perlawanan terhadap serakahnomics.
(Dimas)