Jakarta, enlmnd.id - Eksekutif Nasional Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (EN LMND) Indonesia mengecam keras dugaan agresi militer Amerika Serikat terhadap Republik Bolivarian Venezuela. LMND menilai tindakan tersebut sebagai ancaman serius bagi kedaulatan negara dan keselamatan rakyat sipil.
Wakil Ketua Umum Luar Negeri EN LMND, Evantio Yudhistira, mengatakan kecaman itu merujuk pada komunike resmi Pemerintah Venezuela tertanggal 3 Januari 2026. Dalam komunike tersebut disebutkan adanya serangan militer Amerika Serikat di sejumlah wilayah, seperti Caracas, Miranda, Aragua, dan La Guaira.
“Ini merupakan pelanggaran berat terhadap kedaulatan negara dan bertentangan dengan prinsip dasar hukum internasional serta Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa,” ujar Evantio dalam pernyataan tertulis, Jumat (3/1/2026).
Selain dugaan agresi militer, Evan juga menyoroti laporan internasional terkait dugaan penculikan Presiden Venezuela Nicolás Maduro Moros beserta istrinya. Evantio menegaskan, apabila informasi tersebut benar, maka tindakan itu merupakan kejahatan internasional yang sangat serius.
“Penculikan terhadap kepala negara yang sah adalah bentuk intervensi paling ekstrem dan preseden berbahaya bagi negara-negara Dunia Selatan,” tegasnya.
Menurut Evan, tekanan militer, ekonomi, dan politik yang terus diarahkan kepada Venezuela mencerminkan praktik imperialisme modern yang berpotensi mengganggu stabilitas kawasan Amerika Latin serta tatanan global yang adil.
Ia pun mendesak Pemerintah Indonesia untuk menegaskan kembali politik luar negeri bebas aktif dengan menolak segala bentuk agresi dan intervensi terhadap negara berdaulat. Indonesia juga diminta mengambil peran aktif di forum internasional, termasuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan forum negara-negara Global South, guna mendorong penyelesaian damai melalui dialog multilateral.
Tak hanya itu, LMND menyerukan PBB, CELAC, dan Gerakan Non-Blok agar segera mengambil langkah konkret untuk menghentikan agresi serta menjamin perlindungan bagi rakyat sipil Venezuela.
LMND mengajak gerakan mahasiswa dan rakyat progresif dunia untuk memperkuat solidaritas internasional melawan imperialisme modern, serta menegaskan komitmennya berdiri bersama rakyat Venezuela dalam mempertahankan hak menentukan nasib sendiri tanpa campur tangan asing.
(Dimas)