Mataram, enlmnd.id - Eksekutif Kota Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (EK LMND) Mataram menggelar Webinar Nasional dalam rangka memperingati Hari Antikorupsi, 16 Hari Antikekerasan terhadap Perempuan, dan Hari Hak Asasi Manusia (HAM), Selasa (10/12/2025).
Kegiatan ini mengusung tema “Bangun Persatuan Nasional: Melawan Serakah-nomics & Menghidupkan Pancasila dalam Gerakan Anti Korupsi, Anti Kekerasan, dan Pembelaan HAM.”
Webinar berlangsung dinamis dengan menghadirkan tiga pemateri lintas bidang: Ketua Umum EN LMND Muh. Isnain Mukadar, Analis Perlindungan Hak-Hak Sipil dan HAM Kemenkumham Kanwil NTB Adetya Angga Saputra S.H., serta Sonny Laurentius selaku Korwil Bali, NTB, dan NTT DPP PRIMA.
Ketua panitia, M. Desurya Putra, mengatakan antusiasme peserta cukup tinggi karena materi yang dibahas relevan dan disampaikan dengan perspektif beragam.
“Webinar ini memberi banyak pengetahuan baru bagi mahasiswa, terutama soal hubungan antara korupsi, kekerasan terhadap perempuan, dan HAM. Diskusinya interaktif dan membuka ruang bertukar pandangan,” ujarnya.
Para narasumber menekankan bahwa korupsi, kekerasan berbasis gender, dan pelanggaran HAM merupakan persoalan struktural yang saling berkaitan. Ketimpangan relasi kuasa dan praktik ekonomi-politik yang memihak kelompok kecil disebut menjadi akar persoalan yang mempertahankan pola Serakah-nomics. Mereka juga menyoroti urgensi menghidupkan nilai-nilai Pancasila dalam praksis sosial dan politik.
Ketua EK LMND Mataram, Faqih Tanjung Addin, menegaskan bahwa isu-isu yang diperingati dalam webinar ini tak bisa dipisahkan satu sama lain.
“Korupsi, kekerasan berbasis gender, dan pelanggaran HAM lahir dari akar yang sama: struktur kekuasaan timpang dan sistem ekonomi-politik yang hanya menguntungkan segelintir elit. Karena itu, Pancasila harus benar-benar menjadi orientasi etis dan politik, bukan sekadar simbol,” kata Faqih.
LMND Mataram berharap webinar ini bisa memperkuat budaya intelektual mahasiswa, memperluas jejaring gerakan, serta mendorong lahirnya komitmen kolektif untuk melawan ketidakadilan dalam berbagai bentuk.
(Dimas)