Follow Us :

EW LMND NTB: Persatuan Nasional Kunci Hadapi Imperialisme-Neoliberalisme

07 January 2026 | Berita | 45 kali dibaca

EW LMND NTB: Persatuan Nasional Kunci Hadapi Imperialisme-Neoliberalisme

Mataram, enlmnd.id - Eksekutif Wilayah Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (EW LMND) NTB mengecam keras tindakan militer Amerika Serikat terhadap Republik Bolivarian Venezuela. Operasi yang disebut sebagai penculikan Presiden Venezuela Nicolas Maduro oleh pasukan khusus AS di bawah perintah Presiden Donald Trump dinilai sebagai pelanggaran serius terhadap kedaulatan negara dan hukum internasional.

Ketua Wilayah LMND NTB, Afdhol Ilhamsyah, menyatakan tindakan tersebut tidak hanya menghina Venezuela dan rakyatnya, tetapi juga berpotensi mengganggu stabilitas keamanan dan perdamaian dunia. Menurutnya, tuduhan sepihak terhadap Maduro sebagai tokoh kartel narkotika sarat kepentingan politik dan tidak memiliki dasar hukum yang kuat.

“Ini bukan penegakan hukum, melainkan operasi politik untuk melegitimasi perampasan sumber daya alam Venezuela,” kata Afdhol Ilhamsyah dalam keterangannya, Selasa (6/1/2026).

EW LMND NTB menilai proses hukum yang diklaim AS tidak memenuhi prinsip dasar hukum pidana, baik dari sisi perbuatan (actus reus) maupun niat jahat (mens rea). Organisasi mahasiswa itu menyebut langkah AS sebagai bentuk kriminalisasi politik demi kepentingan imperialisme.

Afdhol juga menyinggung dinamika geopolitik global dan mengaitkannya dengan posisi Indonesia saat ini. Ia menilai arah politik luar negeri Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto menunjukkan kecenderungan nasionalisme progresif, sejalan dengan prinsip politik luar negeri bebas aktif serta amanat Pasal 33 UUD 1945.

“Peristiwa Venezuela harus menjadi alarm bagi Indonesia agar waspada terhadap propaganda imperialisme-neoliberalisme yang bekerja melalui banyak cara, mulai dari buzzer bayaran hingga NGO internasional,” ujarnya.

Lebih lanjut, EW LMND NTB menekankan bahwa persatuan nasional merupakan benteng utama dalam menjaga kedaulatan bangsa. Menurut mereka, ketidaksolidan internal Venezuela dimanfaatkan sebagai celah oleh AS, sebagaimana pernah terjadi di Libya dan Irak.

EW LMND NTB juga mengidentifikasi musuh pokok rakyat dalam konsep ‘Serakahnomics’, yang mencakup imperialisme-neoliberalisme, oligarki, dan birokrasi korup. Ketiga unsur tersebut dinilai sebagai ancaman nyata bagi kedaulatan negara.

“Persatuan nasional adalah kunci. Tanpa itu, kedaulatan bangsa akan mudah digerogoti kekuatan asing,” tegas Afdhol Ilhamsyah.

Di akhir pernyataannya, EW LMND NTB menyatakan sikap menolak segala bentuk penjajahan, intervensi militer, dan kriminalisasi terhadap negara berdaulat.

Mereka juga mendorong penyelesaian konflik melalui dialog dalam kerangka perdamaian dan keamanan internasional.




(Dimas)