05 November 2025 | Berita | 1,830 kali dibaca
Yogyakarta, enlmnd.id – LMND Yogyakarta menjadi tuan rumah kedua pelaksanaan Simposium Gerakan Nasional Pasal 33 yang mengusung tema Bangun Persatuan Nasional, Lawan Kaum Serakahnomic.
Simposium tersebut dilaksanakan pada tanggal 5 November 2025 di gedung soeroto Institut Pemerintahan dan Manajemen Pembangunan Daerah (APMD), Yogyakarta.
Agenda ini menjadi ruang penting bagi berbagai elemen gerakan rakyat, akademisi, dan organisasi mahasiswa untuk membahas strategi menghadapi ketimpangan ekonomi dan dominasi oligarki yang semakin mencengkeram perekonomian nasional.
Dalam kegiatan ini, Ketua Umum Eksekutif Nasional Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (EN LMND), Muh. Isnain Mukadar, hadir sebagai salah satu narasumber utama.
Dalam penyampaiannya, Isnain menegaskan bahwa menghadapi kaum serakahnomics—sebutan bagi kekuatan ekonomi serakah yang menindas rakyat — memerlukan langkah konkret berupa persatuan nasional yang kokoh dan berpijak pada kepentingan rakyat.
“Dalam melawan kaum serakahnomics, kita harus membangun persatuan yang sejati. Persatuan bukan hanya slogan, tetapi kerja bersama antara mahasiswa, buruh, tani, dan seluruh elemen rakyat untuk mengembalikan kedaulatan ekonomi bangsa,” ujar Isnain.
Ia juga menekankan pentingnya mengembalikan semangat Pasal 33 UUD 1945 sebagai dasar sistem ekonomi nasional yang menempatkan rakyat sebagai pemilik dan pengelola sumber daya ekonomi. Ia menilai bahwa hanya melalui penerapan prinsip dari rakyat, oleh rakyat, untuk rakyat, ketimpangan sosial dapat diatasi.
Simposium ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan nasional yang digelar di berbagai daerah, bertujuan memperkuat gerakan intelektual dan politik rakyat untuk menegakkan kedaulatan ekonomi serta melawan praktik ekonomi neoliberal yang meminggirkan rakyat kecil.
Terakhir Isnain menegaskan dengan semangat persatuan dan gotong royong, para peserta simposium berkomitmen memperluas gerakan Pasal 33 sebagai basis perjuangan nasional menuju Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur.
(Dimas)