Follow Us :

‎LMND Ajak Solidaritas Nasional untuk Korban Banjir di Aceh, Sumut, dan Sumbar

30 November 2025 | Siaran-pers | 1,129 kali dibaca

‎LMND Ajak Solidaritas Nasional untuk Korban Banjir di Aceh, Sumut, dan Sumbar

‎Jakarta, enlmnd.id - Eksekutif Nasional Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (EN LMND) mengajak seluruh anggotanya di Indonesia menggalang solidaritas bagi korban banjir bandang yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Bencana yang terjadi dalam beberapa hari terakhir itu merusak fasilitas umum dan memutus akses komunikasi di sejumlah wilayah.
‎Ketum LMND, Muh. Isnain Mukadar, meminta seluruh struktur organisasi segera bergerak melakukan penggalangan donasi sebagai bentuk respons cepat atas kondisi warga yang masih kesulitan.
‎“EN-LMND telah menurunkan arahan organisasi kepada seluruh struktur LMND untuk bergerak cepat melakukan aksi solidaritas kemanusiaan,” Kata Wale sapaan akrab Muh. Isnain Mukadar saat di wawancarai oleh tim media EN-LMND pada Senin, 01 Desember 2025.
‎Di Aceh, Ketua Wilayah LMND Aceh, Iswandi yang sempat hilang kontak selama 10 hari akibat jaringan dan listrik padam melaporkan banyak wilayah masih tergenang. Daerah seperti Lhokseumawe, Aceh Barat, Aceh Utara, Aceh Timur, Bireuen, Aceh Tengah, hingga Aceh Tamiang mengalami kenaikan harga kebutuhan pokok dan kelangkaan BBM.
‎Kondisi tak jauh berbeda terjadi di Sumatera Utara. Ketua KP LMND Sumut, Sabda, menyebut banjir melanda Tapanuli Tengah, Pakpak Barat, Deli Serdang, Humbang Hasundutan, Medan, Sibolga, Tapanuli Utara, hingga Tapanuli Selatan. Minimnya pasokan membuat sebagian warga melakukan aksi penjarahan di beberapa lokasi.
‎Di Sumatera Barat, banjir besar juga merendam permukiman dan merusak sarana publik. LMND menilai rangkaian bencana di tiga provinsi tersebut merupakan alarm keras terkait buruknya tata kelola lingkungan dan tata ruang.
‎“Kerusakan hutan dan tata ruang yang semrawut jelas memperparah banjir. Ini bukan sekadar musibah alam, dan karena itu solidaritas rakyat sangat penting,” ujar Wale.
‎EN-LMND mendesak pemerintah mempercepat penanganan darurat, memastikan distribusi bantuan tepat sasaran, serta mengevaluasi kebijakan kehutanan yang dinilai turut memicu bencana ekologis.
‎Hingga kini data korban jiwa, luka, dan jumlah pengungsi terus bertambah. Pemerintah pusat telah menurunkan tim SAR, BNPB, TNI-Polri, dan para relawan untuk membantu evakuasi serta distribusi bantuan.



(Dimas)