Serang, enlmnd.id - Eksekutif Wilayah Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (EW LMND) Banten meluncurkan riset bertajuk “Halusinasi Bonus Demografi” dalam dialog publik di Kota Serang, Sabtu (14/2/2026). Kajian ini menyoroti kesenjangan antara narasi bonus demografi dan kondisi riil pemuda di daerah.
Ketua EW-LMND Banten, Muhamad Abdullah, mengatakan hasil penelitian menunjukkan masih lemahnya arah kebijakan strategis yang menyasar generasi muda.
“Kami melihat ada jarak yang cukup lebar antara retorika bonus demografi dengan kondisi riil pemuda hari ini. Banyak persoalan mendasar yang belum dijawab secara strategis oleh pemerintah,” ujarnya.
Riset tersebut mengevaluasi delapan program unggulan Pemerintah Provinsi Banten dari perspektif kepemudaan, meliputi sektor pendidikan, ekonomi, kesehatan, hingga pemberdayaan kelompok marjinal.
LMND menilai belum ada kebijakan yang secara khusus dirancang untuk mengoptimalkan potensi demografi pemuda sebagai motor pembangunan daerah.
Dalam forum diskusi, sejumlah organisasi yang tergabung dalam Cipayung Plus Banten turut menyampaikan pandangan, di antaranya Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI), Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), serta Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI).
Mereka menyoroti persoalan klasik yang dinilai masih membayangi pembangunan sumber daya manusia, seperti ketimpangan kualitas pendidikan, keterbatasan layanan kesehatan, hingga kemiskinan yang menghambat akses pemuda terhadap pengembangan diri.
Hasil dialog juga akan dirumuskan menjadi rekomendasi bersama untuk disampaikan kepada Gubernur Banten, Andra Dimyati.
“Rekomendasi ini akan kami sampaikan langsung sebagai bentuk tanggung jawab moral gerakan mahasiswa agar kebijakan pembangunan benar-benar berpihak pada generasi muda,” kata perwakilan forum.
Cipayung Plus Banten menegaskan akan terus mengawal implementasi program pembangunan daerah agar lebih responsif terhadap tantangan kepemudaan dan tidak berhenti pada slogan bonus demografi semata.
(Dimas)