Follow Us :

‎LMND: Kerusakan Lingkungan Gorontalo Kian Parah, Pemerintah Dinilai Lebih Sibuk Pencitraan ‎

13 December 2025 | Berita | 112 kali dibaca

‎LMND: Kerusakan Lingkungan Gorontalo Kian Parah, Pemerintah Dinilai Lebih Sibuk Pencitraan ‎

‎Gorontalo, enlmnd.id – Eksekutif Kota Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) Gorontalo menyoroti kondisi lingkungan di Provinsi Gorontalo yang dinilai semakin mengkhawatirkan. Kerusakan lingkungan disebut terus meluas akibat maraknya pertambangan ilegal, deforestasi, serta lemahnya penegakan hukum.

‎LMND menilai situasi tersebut berpotensi membawa Gorontalo ke tingkat kerusakan serius, seperti yang terjadi di sejumlah wilayah di Aceh dan Sumatra.
‎Ketua EK LMND Gorontalo, Aryanto Kasim, mempertanyakan keseriusan pemerintah daerah dalam merespons krisis ekologis yang terus memburuk.
‎“Apakah kerusakan ini akan terus dibiarkan? Kondisinya sudah sangat memprihatinkan. Gorontalo seharusnya masuk kategori waspada karena lingkungan semakin rusak,” ujar Aryanto dalam keterangan tertulis, Sabtu 13 Desember 2025.
‎Menurutnya, aktivitas pertambangan ilegal telah merusak aliran sungai dan lahan pertanian milik warga. Namun, upaya penindakan terhadap praktik tersebut dinilai belum maksimal.
‎“Pertambangan ilegal yang merusak sungai dan lahan pertanian justru dibiarkan. Pemerintah malah sibuk membuka sawah baru, padahal sumber kerusakannya tidak disentuh,” katanya.
‎Aryanto juga menilai aparat penegak hukum dan pemerintah daerah belum menunjukkan langkah konkret. Ia menyebut penanganan kerusakan lingkungan kalah oleh upaya pencitraan.
‎Kerusakan lingkungan seharusnya menjadi prioritas utama. Tapi yang terlihat justru lebih banyak pencitraan daripada penegakan hukum, ujarnya.
‎Dampak kerusakan lingkungan, lanjut Aryanto, kini dirasakan langsung oleh masyarakat. Salah satunya banjir yang masih melanda Kabupaten Pohuwato hingga saat ini.
‎“Kalau lingkungan terus dirusak, rakyat yang menanggung akibatnya. Pohuwato yang masih terendam banjir adalah bukti nyata. Jangan sampai pemerintah lebih sibuk mencari simpati dari luar daripada memikirkan rakyatnya sendiri,” tegasnya.
‎LMND Kota Gorontalo mendesak pemerintah provinsi dan kabupaten untuk memperketat pengawasan dan penindakan terhadap pertambangan ilegal, mengutamakan pelestarian lingkungan dalam kebijakan pembangunan, melakukan mitigasi cepat di wilayah rawan banjir, serta melibatkan masyarakat dalam pengawasan lingkungan.
‎LMND menegaskan, tanpa langkah serius dan terukur, Gorontalo berisiko menghadapi krisis ekologis yang lebih parah di masa mendatang.



(Dimas)