Jakarta, enlmnd.id - Eksekutif Nasional Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (EN LMND) resmi meluncurkan program LMND Cakap Digital, sebuah program edukasi literasi digital hasil kerja sama strategis dengan Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia.
Peluncuran program tersebut digelar di Pondok Rangi, Percetakan Negara Rawasari, Jakarta Pusat, Rabu (17/12).
Kegiatan launching ini juga dirangkaikan dengan talkshow yang menghadirkan narasumber profesional di bidang literasi digital dan analisis media sosial seperti Prof. Umar Fauzi Bahanan, M.Si. selaku Dosen Universitas Nasional, Ricad Jonilar Virgilio Ada selaku Founder Intric dan Moh. Novriandi Farlan Selaku Depertemen Media dan Digitalisasi EN LMND.
Ketua Panitia Pelaksana, Sherly Nurlita, mengatakan program LMND Cakap Digital diharapkan dapat mendorong mahasiswa dan generasi muda agar tidak hanya cakap sebagai pengguna teknologi, tetapi juga mampu menjadi penggerak perubahan sosial di ruang digital.
Menurut Sherly, di tengah pesatnya perkembangan digitalisasi, mahasiswa dituntut memiliki kecakapan literasi digital serta sikap kritis dalam menyikapi berbagai informasi yang beredar.
“Mahasiswa harus cakap literasi digital dan tetap kritis terhadap setiap informasi yang berkembang,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Umum LMND Muh. Isnain Mukadar menjelaskan bahwa program LMND Cakap Digital bertujuan meningkatkan kapasitas mahasiswa dan generasi muda dalam menghadapi tantangan ruang digital yang semakin kompleks.
Isnain menyoroti berbagai persoalan di ruang digital, mulai dari maraknya hoaks, ujaran kebencian, manipulasi informasi, hingga rendahnya kesadaran etika dan keamanan digital.
“Melalui program ini, kami mendorong lahirnya generasi muda yang kritis, aman, produktif, dan berdaya di era transformasi digital,” katanya saat sambutan.
Ia menambahkan, peluncuran LMND Cakap Digital menjadi penanda komitmen bersama antara LMND dan Kementerian Komunikasi dan Digital untuk memperluas jangkauan literasi digital hingga ke basis mahasiswa dan masyarakat luas.
Ke depan, lanjutnya program ini akan dilaksanakan secara berkelanjutan melalui berbagai kegiatan, seperti talkshow literasi digital, diskusi publik, pelatihan, serta kampanye edukatif di berbagai daerah di Indonesia.
Program ini juga menjadi bagian dari peran aktif mahasiswa dalam menjaga ruang digital agar tetap sehat, demokratis, dan berpihak pada kepentingan publik, Tutupnya.
(Hein)