Follow Us :

LMND Perkuat Barisan Perlawanan Terhadap Serakahnomics di Jawa Tengah

17 November 2025 | Berita | 1,111 kali dibaca

LMND Perkuat Barisan Perlawanan Terhadap Serakahnomics di Jawa Tengah

Semarang, enlmnd.id — Ketua Umum Eksekutif Nasional Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (EN LMND), Muh. Isnain Mukadar, menegaskan bahwa Jawa Tengah harus tampil sebagai garda terdepan dalam menghadapi ancaman serakahnomics yang dinilainya semakin menekan kehidupan ekonomi rakyat.


Pernyataan itu disampaikan dalam Simposium Gerakan Nasional Pasal 33 (GNP 33) bertajuk “Bangun Persatuan Nasional, Lawan Kaum Serakahnomics”, yang digelar oleh EW LMND Jawa Tengah bekerja sama dengan Universitas Katolik Soegijapranata, LPPM UNIKA Soegijapranata, dan Serikat Tani Nelayan, di Gedung Teater Thomas Aquinas pada Senin, 17 November 2025.

Wale, sapaan akrab Muh. Isnain Mukadar, menilai bahwa Jawa Tengah memiliki modal sosial dan kapasitas intelektual yang kuat untuk menjadi pusat perlawanan.

“Jawa Tengah memiliki kekuatan massa, tradisi intelektual, dan dinamika politik yang memungkinkan daerah ini berada di garis depan,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa serakahnomics bukan hanya soal ketimpangan ekonomi, tetapi juga merupakan pertarungan politik yang akan menentukan arah keadilan sosial di Indonesia.

Lebih jauh, Wale mengingatkan agar mahasiswa dan pemuda tidak terjebak dalam politik yang penuh kepura-puraan. Menurutnya, generasi muda harus berani menentukan posisi politik yang tegas, berpihak pada rakyat, dan mencegah elite rakus menguasai sumber daya alam bangsa.

“Jangan sekadar menjadi penonton ketika kekuatan serakahnomics semakin memperluas cengkeramannya,” tegasnya.

Ia juga menyoroti pentingnya keberanian serta konsistensi gerakan mahasiswa dalam membangun barisan perlawanan yang terorganisir. Simposium tersebut, lanjutnya, harus menjadi awal terbentuknya jaringan perjuangan yang kokoh lintas kampus, organisasi, dan sektor lainnya.

Melalui pernyataannya, LMND menegaskan bahwa melawan serakahnomics merupakan agenda politik bersama, dan mahasiswa harus tampil sebagai motor perubahan,Tutupnya.

(Dimas)