Sikka, enlmnd.id - Eksekutif Kota Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (EK LMND) Sikka mengecam keras tindakan Amerika Serikat (AS) yang dituding melakukan agresi militer serta penculikan terhadap Presiden Republik Bolivarian Venezuela, Nicolas Maduro.
Ketua Kota LMND Siak Rian Tapson, menilai tindakan AS merupakan pelanggaran serius terhadap hukum internasional dan kedaulatan negara. Ia menyebut, jika ditelusuri secara historis, campur tangan AS terhadap negara lain telah berulang kali terjadi, khususnya di kawasan Amerika Latin.
“Tindakan brutal AS ini merupakan pelanggaran nyata terhadap Piagam PBB, hukum internasional, serta kedaulatan dan integritas wilayah Venezuela. Sejarah mencatat panjangnya intervensi AS dalam urusan dalam negeri negara lain, terutama di Amerika Latin,” katanya dalam keterangan tertulis pada Rabu, 07 Januari 2025.
Lebih lanjut, Rian menegaskan bahwa agresi tersebut menunjukkan adanya upaya sistematis untuk menekan ruang politik Venezuela melalui kekerasan dan dominasi kekuatan militer. Ia juga menyebut tindakan tersebut sebagai bentuk imperialisme modern yang merugikan rakyat.
“Kami mengutuk keras agresi AS dan penculikan Presiden Nicolas Maduro beserta istrinya. Ini adalah bukti nyata praktik penindasan bangsa atas bangsa demi melanggengkan kepentingan politik dan ekonomi,” tegasnya.
LMND Sikka juga menyerukan solidaritas internasional untuk mendukung perjuangan rakyat Venezuela dalam mempertahankan kedaulatan negaranya. Selain itu, mereka mendesak pemerintah Indonesia agar bersikap tegas dan mengambil posisi politik yang jelas atas persoalan tersebut.
Rian menutup pernyataannya dengan menegaskan penolakan LMND Sikka terhadap segala bentuk kolonialisme dan imperialisme. Menurutnya, praktik tersebut hanya akan menempatkan rakyat sebagai korban, sehingga perlu dibangun gerakan kemanusiaan yang berlandaskan solidaritas antarbangsa demi pembebasan manusia seutuhnya.
(Dimas)