Follow Us :

‎Peringati 16HAKTP, Hari Antikorupsi dan HAM, LMND Sumbawa Gelar Seminar

13 December 2025 | Berita | 63 kali dibaca

‎Peringati 16HAKTP, Hari Antikorupsi dan HAM, LMND Sumbawa Gelar Seminar

‎Sumbawa, enlmnd.id - Eksekutif Kabupaten Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (EK LMND) Sumbawa menggelar seminar dalam rangka memperingati Hari Antikorupsi, 16 Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan, serta Hari Hak Asasi Manusia (HAM), Jumat (12/12/2025). Kegiatan tersebut berlangsung di Aula SMK Negeri 1 Sumbawa.

‎Seminar mengusung tema “Membangun Budaya Anti Korupsi dan Kekerasan terhadap Perempuan sebagai Pondasi HAM” dan diikuti oleh siswa, mahasiswa, serta organisasi kepemudaan se-Kabupaten Sumbawa.
‎Acara dibuka langsung oleh Wakil Bupati Sumbawa, Drs. H. Mohammad Ansori. Dalam sambutannya, Ansori menyoroti persoalan birokrasi yang masih diwarnai praktik korupsi dan dinilai menjadi penghambat pemenuhan hak-hak dasar masyarakat.
‎“Korupsi tidak hanya merugikan keuangan negara, tetapi juga menghambat terpenuhinya hak-hak rakyat. Karena itu, pembangunan budaya antikorupsi harus dimulai sejak dini, terutama di kalangan generasi muda,” ujar Ansori.
‎Ia juga menyampaikan bahwa pemerintah daerah terus berupaya menjalankan program-program kerakyatan sebagai wujud implementasi Hak Asasi Manusia sesuai amanat konstitusi.
‎“Penguatan Koperasi Desa Merah Putih serta pelaksanaan Pasal 33 dan Pasal 34 UUD 1945 merupakan bentuk komitmen negara dalam mewujudkan kesejahteraan rakyat,” katanya.
‎Ansori pun mengapresiasi kegiatan yang diselenggarakan EK LMND Sumbawa. Menurutnya, forum diskusi publik seperti ini penting untuk meningkatkan kesadaran hukum, nilai kemanusiaan, dan peran aktif pemuda dalam mengawal demokrasi serta penegakan HAM.
‎Sementara itu, Ketua EK LMND Sumbawa Muhammad Fadillah menegaskan peran strategis pemuda dan mahasiswa dalam memperjuangkan HAM serta melawan praktik korupsi.
‎“Pemuda dan mahasiswa harus berada di garis depan dalam menjaga dan memperjuangkan Hak Asasi Manusia. Korupsi adalah kejahatan serius karena merampas hak hidup masyarakat luas,” tegasnya.
‎Fadillah juga menyinggung sikap politik LMND secara nasional yang menetapkan kaum Serakahnomics yang terdiri dari imperialisme, oligarki, dan birokrasi korup sebagai musuh utama rakyat karena dinilai menjadi sumber ketidakadilan sosial.
‎Dalam seminar tersebut, hadir tiga narasumber, yakni Kanit III Reskrim Polres Sumbawa, Advokat Kusnaini, S.H., M.H., serta Sekretaris Dinas BP2KBP3A Kabupaten Sumbawa. Para pemateri membahas penegakan hukum kasus korupsi, perlindungan hukum bagi perempuan korban kekerasan, serta peran negara dan masyarakat dalam menjamin pemenuhan HAM.
‎Diskusi berlangsung interaktif dengan antusiasme tinggi dari peserta. Melalui kegiatan ini, EK LMND Sumbawa berharap dapat memperkuat kesadaran kritis siswa, mahasiswa, dan pemuda terhadap isu korupsi, kekerasan terhadap perempuan, serta pelanggaran HAM di Kabupaten Sumbawa.





(Dimas)