Majene, enlmnd.id - Konsultasi publik peningkatan izin lingkungan PT Cadas Industri Azalia Mekar di Kecamatan Pamboang berubah menjadi gelombang penolakan. Forum yang digelar di Desa Banua Adolang itu justru berakhir dengan desakan kuat untuk menghentikan seluruh aktivitas pertambangan di Majene.
Pertemuan yang dihadiri dinas terkait, tokoh masyarakat, dan warga sekitar awalnya memaparkan rencana perusahaan, termasuk pembangunan pelabuhan baru sepanjang 200 meter di kawasan pesisir Pamboang. Namun rencana itu langsung menuai kritik karena berada di kawasan konservasi.
Konsultasi publik yang semestinya terbuka juga dinilai janggal karena dilakukan tertutup. Undangan yang ditebar perusahaan bocor ke mahasiswa dan pemuda yang selama ini menolak keberadaan tambang tersebut.
Kabar itu memicu konsolidasi cepat. Unsur pemuda, aktivis lingkungan, dan LMND Eksekutif Kota Majene yang tergabung dalam Solidaritas Perjuangan Mahasiswa Majene (SPMM) langsung bergerak menghadiri forum.
Ketua Kabupaten LMND Majene, Samsul Alank, menegaskan bahwa kehadiran mereka fokus pada penghentian seluruh agenda tambang.
“Kami tidak datang untuk berdialog dengan perusahaan, kami datang untuk menghentikan aktivitas tambang yang merusak wilayah kami,” tegas Samsul Alank, dalam keterangan tertulis pada Kamis, 11 Desember 2025
Rapat yang dimulai pukul 14.00 WITA memanas ketika seorang tokoh peduli lingkungan maju ke depan dan melayangkan penolakan keras. Aksi itu memantik gelombang lanjutan. Mahasiswa dan pemuda membentangkan petaka penolakan, sementara tokoh adat dan masyarakat ikut menyuarakan sikap tegas.
Tekanan massa yang terus meningkat membuat pihak perusahaan tak mampu melanjutkan agenda. Sekitar pukul 17.30 WITA, perusahaan bersama dinas terkait akhirnya menyatakan seluruh aktivitas pertambangan dihentikan dan komitmen untuk mencabut izin tambang PT Cadas Industri Azalia Mekar.
Samsul Alank menegaskan sikap LMND tidak akan berhenti di forum tersebut.
“Kami akan terus mengawal sampai izin benar-benar dicabut dan tidak ada lagi aktivitas tambang di Majene, khususnya di Pamboang,” Tutupnya.
(Hein)