Jakarta, enlmnd.id - Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi Daerah Khusus Jakarta (EW-LMND DKJ) menggelar Konferensi Wilayah (Konferwil) V pada 13–15 Februari 2025 di Hotel Puri Mega. Agenda dua tahunan ini menjadi ruang evaluasi sekaligus perumusan arah gerak organisasi ke depan.
Konferwil mengusung tema “Gotong Royong Wujudkan Jakarta untuk Semua” sebagai refleksi atas kerja-kerja Ideologi, Politik, dan Organisasi (IPO) kepengurusan sebelumnya, sekaligus merumuskan strategi baru dalam merespons dinamika sosial perkotaan.
Kegiatan diawali dengan rangkaian sambutan-sambutan serta keynote speech dari perwakilan Kantor Wilayah Kementerian Hak Asasi Manusia DKJ. Forum kemudian dilanjutkan dengan dialog publik bertajuk “Perampasan Ruang Hidup VS Kota Global: Pembangunan Jakarta untuk Siapa?” yang membahas persoalan ketimpangan pembangunan dan hak masyarakat kota.
Ketua Wilayah LMND DKJ, Betran Sulani, dalam pidato politik pembukaan menekankan pentingnya persatuan kaum miskin perkotaan sebagai basis membangun kekuatan politik kerakyatan.
“Kaum miskin perkotaan harus segera bersatu. Persatuan adalah tahapan untuk membangun kekuatan politik rakyat, melawan dominasi dan membangun gerakan politik perkotaan,” ujarnya.
Betran juga menyoroti kontras wajah Jakarta sebagai kota modern dengan realitas sosial yang masih diwarnai ketimpangan. Menurutnya, di balik pertumbuhan gedung-gedung tinggi, masih terdapat persoalan serius seperti penggusuran paksa yang kerap dibingkai dengan istilah penertiban.
Memasuki puncak acara, peserta Konferwil mengikuti sidang-sidang organisasi yang membahas situasi strategis daerah, evaluasi kerja, serta penyusunan program IPO untuk dua tahun ke depan. Forum juga menetapkan kepemimpinan baru melalui mekanisme pemilihan.
Hasilnya, Alfonsus Mario Ravi Rangga Kanuru, yang akrab disapa Fonso, terpilih dan ditetapkan sebagai Ketua Wilayah LMND DKJ periode 2026-2028.
Konferwil V ditutup dengan penetapan sejumlah resolusi strategis yang akan menjadi panduan kerja pengurus terpilih bersama anggota dalam memperkuat gerakan mahasiswa dan advokasi isu-isu kerakyatan di Jakarta selama dua tahun mendatang.
(Dimas)